Hmm…Begini rasanya diajar oleh mantan rektor….

Filed Under (Cerita kuliah di Fisika ITB) by iasaca on 09-02-2010

Tagged Under : , ,

Hari ini saya kuliah jam 7 pagi. Metodologi Penelitian, judul mata kuliahnya, yang diampuh oleh Bapak Abdul Waris. Tapi begitu saya sampai di depan kelas, saya berpapasan dengan beliau yang baru saja meninggalkan ruangan.

Lha, terus yang ngajar siapa? pikir saya :D

And guess what?? Suprised…

Seorang bapak yang mirip SBY (hehe..itu yang terlintas di kepala saya) sedang berdiri di dekat LCD proyektor siap menerangkan sesuatu.
Beliau semangat sekali pembawaannya. Dan tegas.
Dari judul slide yang ditampilkannya, barulah saya tau..beliau adalah Bapak Lilik Hendrawijaya, dosen Fisika ITB yang pernah menjabat sebagai Rektor.

lilik_hendrajaya

“Terobosan baru!” kata suara hati saya…

Kenapa? Karena paradigma baru yang dijelaskan oleh beliau dalam kuliah, yang saya rangkum dalam poin berikut ini :

1. Pak Lilik menjelaskan konsep hulu dan hilir dalam pengelompokan ilmu pengetahuan. Mipa itu hulu, kedokteran, teknik dan teman-teman nya itu hilir.
Menurut beliau, kesalahan bangsa Indonesia adalah membedakan penghargaan terhadap alumni hulu dan
hilir. Hasilnya, publik menganggap ilmu MIPA sebelah mata dan akibatnya, saat ilmu dasar dibutuhkan di seluruh Indonesia, yang terjadi adalah…

“Bahkan Dinas yang harusnya di kepalai oleh alumni MIPA, malah diduduki oleh seorang sarjana agama” ujar beliau miris. (Hiks…betul juga pak!)

2. Konsep Tri Darma Perguruan Tinggi intinya adalah: Belajar, Riset dan Bisnis. Nah, poin terakhir ini yang kurang ditekankan secara eksplisit bagi bangsa Indonesia.
Anda tau kan, bahwa aslinya konsep tersebut adalah : Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat?
Poin ketiga beliau ganti untuk propagandanya dalam rangka memacu para periset agar mampu memasarkan dan menjual hasil-hasil risetnya.

Waaah..banyak sekali contoh yang beliau ambil untuk menunjukkan periset yang berhasil menjual karyanya…salah satunya, Yohanes Surya dengan Tim Olimpiade nya :)

So…beliau tunjukkan lah triknya bagaimana agar sebuah riset itu ‘menjual’. Bukan karena mata duitan lho teman-teman…tapi semata agar hasilnya aplikatif dan bermanfaat buat orang banyak. Jadi tidak hanya menumpuk di jurnal atau dokumen lab. That’s it! :)

Hmmm…makasih pak Lilik, atas pencerahannya! Saya senang, bisa mengikuti kelas Bapak!
(Jadi ga sabar untuk ikut kuliah bapak lagi minggu depan :) )

Oya…apa saja triknya? Hmm.. saya simpan dulu yaa..hehe…Biar saya sambungkan sekalian dengan kuliah beliau berikutnya ;)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Comments:

Post a comment