“Mau sendiri, berdua, bertiga atau berdelapan sekalipun : hidup adalah ibadah…” :D

Filed Under (Curah Pikiran) by iasaca on 18-08-2010

Tagged Under : , ,

black-oil-sunflower-seeds-p

Sekitar 3 tahun yang lalu, saya membuat quote untuk diri saya sendiri seperti ini:
“Whatever, when ever and be ever you are…Life is dedication to Allah…”

Sungguh, kalimat ini lah yang saya pegang untuk menguatkan diri saat itu karena suatu masalah yang sempat singgah…

And now, for different problem that i’m facing thru…the quote become more specific…apa itu? ya seperti yang tertulis pada judul tulisan ini…hehe..

Ga ada bedanya dengan quote terdahulu…prinsipnya sama…hanya yang baru ini lebih tajam sedikit ke konteks masalahnya…soal hidup sebagai single or double or triple etc…which is no matter what,apapun itu…tetap saja : Hidup itu ibadah

Simpel kan?..but so hard to be implemented…karena teori emang ga segampang prakteknya…rite? ^^

Betewe, pemikiran ini datang dari hasil pengamatan saya…yakni hidup senantiasa mengajarkan keikhlasan dan kesyukuran…sejauh mana kita ikhlas dan bersyukur ketika kita jadi orang miskin atau kaya, jadi orang yang rupawan atau biasa saja, berkuasa atau tidak, jadi kakak atau adik, jadi orang tua, jadi anak…jadi karyawan, buruh, guru atau polisi dan sebagainya…

Karena saat kedua hal tersebut ada pada kita…kita akan BAHAGIA…kita ga akan butuh siapa2 lagi kecuali DIA yang MAHA SEGALANYA…dan emang itulah (menurut saya) yang Tuhan mau…agar kita bahagia :-)

Tapi sekali lagi…menuju keikhlasan dan kesyukuran ga gampang! Secara kita setiap detik diuji sebagai konsekuensi kita telah bersaksi menyatakan beriman kepada Tuhan…yang bisa menyebabkan kita khilaf suatu waktu…

Hmm…terdengar berat ya??

Hehe…ya wajarlah! namanya juga pembuktian Cinta kepada yang Maha Pengasih dan Penyayang…ya emang ga mudah…asli! Butuh pembelajaran panjang dan konsistensi yang kontinu hingga akhir hayat :-)

Tapi ga mudah bukan berati ga bisa…karena semua yang susah akan menjadi mudah saat Sang Pencipta menghendakinya…

Maka dari itulah kita diajarkan untuk berdoa seperti ini: “Yaa Muqallibal Quluub…Tsabbit quluubana ‘ala diinik…Wahai yang Maha Membolak-balik hati…tetapkanlah hati kami di atas agamamu…”

Ingat, teman! Hati ibarat kapas di padang pasir yang begitu mudahnya terbolak balik karena tertiup angin…

So, mari kita berdoa! Agar Tuhan menetapkan hati kita sebagai hambaNya hingga akhir usia kita…

Yakin bisa! Bismillah…. :-)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Comments:

Post a comment