“Belajar jadi pecinta (surga)”

Filed Under (Beautiful words) by iasaca on 31-10-2010

Tagged Under : , , , ,

be-there-someday1

Wahai Lelakiku…
Cerita kita, mengajarkanku
Mencintamu, adalah mencintaNya
Merindumu, bermuara doa padaNya

Biarlah…
Kau tak perlu tau
Cukuplah suara hati yang temaniku
bersama zikir akalku
dan lirih tangis jasadku

Allah…
Kuyakini sejatinya bahwa
Cinta berawal dari dan berakhir pada Mu
Cinta yang hanya karena dia takkan lama
Tapi cinta yang karena Engkau, akan selamanya

Karena itulah, pada Mu ku berserah…
Pada takdirMu yang kan menuntunku
menjadi para pecinta karena Mu

Hingga akhirnya Engkau memanggilku kelak
Yaa ayyatuhannafsul muthmainnah…
Wahai jiwa-jiwa yang tenang!
Pulanglah…ke roodhiyatan mardhiyah..

Saat dimana kaum beriman berbaris-baris memasuki Jannah-Mu
Maka akan kujawab panggilan itu :
‘Labbaik, Ya Rab!”…
dengan syukur dan haru

(Amin)

-Oktober End, 2010-

Saengil cukkayo..!!! ^o^

Filed Under (Life Moment) by iasaca on 26-10-2010

Tagged Under : , , , ,

Hey hey…ga terasa udah setahun (lebih dua hari siy :p) usia pecinta fisika… :x

Hmm…dikunjungi oleh sekitar 4000-an orang…semoga hanya manfaat yang didapat…bukan mudharat yaa….amin… :-)

So, for my blog : Saengil Cukka Hamnida….!!!

bday-card

Film ‘Eat, Pray, Love’…inspiring OR boring?

Filed Under (Curah Pikiran, movies) by iasaca on 16-10-2010

Tagged Under : , , , , , ,

Saya baru saja menonton film Julia Robert (JR) yang terbaru : “Eat Pray Love”. Dan saya sudah tidak sabar untuk menulis tentang itu di blog ini…(hm, kenapa ya?)

eat-pray-love

Kesan awal saya setelah menonton film ini : It is a good movie!
But my 3 others frens said : Boring! (nah,lho?)

Saya punya alasan klasik kenapa saya suka film ini..but it’s true though, the facts are there…in the movie!

Fact 1 : Penyajian scene-scene nya BERBEDA.

Saya suka cara sutradara menentukan angle pengambilan gambarnya.
Misalnya, di adegan Liz (JR) masuk dan keluar dari rumah Ketut Liyer (sang Dukun di Bali). Meski setting lokasi sempit, gambar yang ter-capture indah dengan angle yang tidak biasa. Atau saat kamera mengikuti jalannya mobil saat meninggalkan apartemen David, my mind said ‘it’s cool’!!!
Coba saja perhatikan jika anda berkesempatan nonton! :)

Fact 2 : Alur cerita yang juga BERBEDA.

Saya suka film. Dan menurut saya, film ini khas dalam menyajikan alurnya. Dua scene tapi disajikan secara bergantian dalam hitungan detik, membuat cerita lebih dinamis.
Contoh yang saya maksud, misalnya, saat adegan Liz bersama pengacaranya bertemu suaminya untuk membicarakan perceraian, yang diselang-seling adegan makan malam Liz bersama teman-temannya -yang mendengarkan cerita Liz tentang alotnya negosiasi perceraian yang sedang Liz perjuangkan.
Feel yang didapet : Enerjik!

Fact 3 : Kekuatan cerita

Ceritanya bagus, karena memang based on TRUE story, pengalaman hidup seorang Elizabeth Gilbert yang mencari keseimbangan hidup agar bahagia.
Perjalanannya ke Itali untuk puas-puasin makan, ke India untuk mencari Tuhan dan Bali untuk belajar mencintai lagi BUKAN lah sekedar cerita BASI meski tema nya BIASA.
Banyak quote-quote bagus dalam dialog sepanjang film ini (meskipun) saya pribadi akan menterjemahkannya ke dalam bahasa pemahaman sebagai seorang MUSLIM.

Well, poinnya sama, bahwa: manusia itu harus hidup SEIMBANG.
Tubuh, pikiran dan hati, masing2 harus diberikan kebutuhan atau makanan atau haknya.

Dalam film ini, menurut saya, jawaban untuk tiga kebutuhan itu adalah makan, berdoa dan cinta. Dalam bahasa agama yang saya pahami, jawabannya adalah makan dan olahraga untuk TUBUH; belajar dan berpikir untuk AKAL; zikir dan kasih sayang untuk HATI.

Oya, Liz juga bertemu dengan orang-orang yang banyak memberikan pelajaran tentang hidup di ketiga tempat itu. Ada makna persahabatan dan kekeluargaan juga yang disampaikan dari film ini. Seperti tulisan Liz di email yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya : ‘ketika kau berusaha mencari dirimu ke seluruh penjuru dunia dan kau menemukan orang-orang baru…itulah keluarga barumu’ (luvly!!!)

And finally, sebagai bonus dari ketiga fakta itu, alasan lain bagusnya film ini adalah:
saat mengikuti petualangan Liz, saya seperti diajak traveling ke tempat-tempat cantik dan terkenal di dunia sambil disuguhi aneka ragam budayanya. Itali dengan makanan, bahasa dan arsitektur indahnya; India dengan tradisi dan agama yang kental; serta Bali dengan its luvly Nature ofcos… (Isn’t it great??)

Nah, lengkaplah sudah film ini sehingga saya memberi nilai 9 untuknya. Tapi ga tau juga ya, kalo yang memerankan Liz bukan JR, would it be the same? hehe..
I think, itu juga faktor yang menjadikan film ini bagus…casting nya pass mantappp!!

So, what else? Sisi mana dari film ini yang bisa membuat anda BORED saat menontonnya?

Ayo, beri tau saya kalau anda punya jawabannya! (hehe..peace!!) :D

Ujian Cinta

Filed Under (Beautiful words, Curah Pikiran) by iasaca on 03-10-2010

Tagged Under : , , , , ,

Kemaren saya pasang status di Fesbuk seperti ini:
” Sahabat, cintamu sedang diuji seberapa kuat…padaNYA atau padanya? ”

sujud

Mengapa?
Karena saya ingin menyemangati seorang sohib yang baru saja memutuskan pacarnya dengan alasan ‘tidak ingin lagi pacaran’ (setelah 5 tahun berjalan putus sambung lho…)

So, kalau mau, ya menikah! biar hati tenang…atau jika tidak, ya selamat tinggal! Begitulah opsinya!

Well, sebetulnya dia sangat sedih memberi ultimatum demikian, saya tau itu! Dan saya (sangat) cemas bahwa ini hanya emosi sesaat seperti sebelum-sebelumnya yang sudah sering terjadi.

Saya yakin, pacarnya yang sudah hapal dengan aksi ini akan melakukan hal yang biasa dilakukan saat aksi ini kambuh : (hanya) menjauh sebentar sebelum kemudian kembali lagi seolah tidak terjadi apa-apa.

Saya prihatin dan ingin menyikapi hal ini sebagai dua hal:

Pertama, saya pikir ini fenomena umum dimana dalam sebuah hubungan, sering pihak perempuan meminta kejelasan soal hubungan yang dijalani sementara pihak laki-laki berpikir si perempuan tidak sabaran alias ‘kebelet nikah’… (ga sopan niy cowok yang begini! -__-’)

Well, terserah la ya dengan pikiran masing-masing orang BUT, perempuan emang kudu begitu! Bahkan, ini untuk kebaikannya sendiri di masa depan, insyaAllah!

Terlepas alasannya karena ego, harga diri, takut kepada Tuhan atau apapun itu:
You Should Do It, Girls!!!

Kalo ga…ya siap-siap aja makan hati, buang-buang waktu dan tenaga serta resah yang berkepanjangan…(hmm, sedikit lebay…tapi memang begitulah yang saya amati dari beberapa kasus)

Kedua, ini adalah ujian cinta.

Pernah dengar kalimat seperti ini ga: “Cinta Sejati hanyalah Cinta Ilahi” ?

Nah, bagi yang meyakini kebenaran kalimat tersebut, maka apa yang dilakukan oleh sahabatku itu bisa jadi sebagai salah satu bentuk UJIAN CINTA kepada Pencipta.

Kenapa?
Karena saat kita melakukan sesuatu semata-mata karena alasan keILAHIan meskipun konsekuensinya kehilangan sesuatu yang sangat disayangi, apalagi itu sebutannya SELAIN pembuktian CINTA kepada
TUHAN?

Jika ada yang tidak sependapat dengan tulisan ini, silahkan saja!
Itu hak asasi masing-masing kita, bukan? :D

Yang jelas, saya pernah menemukan sebuah QUOTE bagus. Kira-kira begini isinya:

” Cinta kepada Ilahi adalah cinta yang menawarkan kerinduan dengan sayap-sayap yang tak kan pernah patah…tak mengenal kecewa dan sakit hati. Yang ada hanyalah RINDU yang berbuah ketenangan hati yang bertambah-tambah… ”

Dan pengalaman hidup saya membuktikan: Quote ini tak terbantahkan! :-)