Saya baru saja menonton film Julia Robert (JR) yang terbaru : “Eat Pray Love”. Dan saya sudah tidak sabar untuk menulis tentang itu di blog ini…(hm, kenapa ya?)

Kesan awal saya setelah menonton film ini : It is a good movie!
But my 3 others frens said : Boring! (nah,lho?)
Saya punya alasan klasik kenapa saya suka film ini..but it’s true though, the facts are there…in the movie!
Fact 1 : Penyajian scene-scene nya BERBEDA.
Saya suka cara sutradara menentukan angle pengambilan gambarnya.
Misalnya, di adegan Liz (JR) masuk dan keluar dari rumah Ketut Liyer (sang Dukun di Bali). Meski setting lokasi sempit, gambar yang ter-capture indah dengan angle yang tidak biasa. Atau saat kamera mengikuti jalannya mobil saat meninggalkan apartemen David, my mind said ‘it’s cool’!!!
Coba saja perhatikan jika anda berkesempatan nonton!
Fact 2 : Alur cerita yang juga BERBEDA.
Saya suka film. Dan menurut saya, film ini khas dalam menyajikan alurnya. Dua scene tapi disajikan secara bergantian dalam hitungan detik, membuat cerita lebih dinamis.
Contoh yang saya maksud, misalnya, saat adegan Liz bersama pengacaranya bertemu suaminya untuk membicarakan perceraian, yang diselang-seling adegan makan malam Liz bersama teman-temannya -yang mendengarkan cerita Liz tentang alotnya negosiasi perceraian yang sedang Liz perjuangkan.
Feel yang didapet : Enerjik!
Fact 3 : Kekuatan cerita
Ceritanya bagus, karena memang based on TRUE story, pengalaman hidup seorang Elizabeth Gilbert yang mencari keseimbangan hidup agar bahagia.
Perjalanannya ke Itali untuk puas-puasin makan, ke India untuk mencari Tuhan dan Bali untuk belajar mencintai lagi BUKAN lah sekedar cerita BASI meski tema nya BIASA.
Banyak quote-quote bagus dalam dialog sepanjang film ini (meskipun) saya pribadi akan menterjemahkannya ke dalam bahasa pemahaman sebagai seorang MUSLIM.
Well, poinnya sama, bahwa: manusia itu harus hidup SEIMBANG.
Tubuh, pikiran dan hati, masing2 harus diberikan kebutuhan atau makanan atau haknya.
Dalam film ini, menurut saya, jawaban untuk tiga kebutuhan itu adalah makan, berdoa dan cinta. Dalam bahasa agama yang saya pahami, jawabannya adalah makan dan olahraga untuk TUBUH; belajar dan berpikir untuk AKAL; zikir dan kasih sayang untuk HATI.
Oya, Liz juga bertemu dengan orang-orang yang banyak memberikan pelajaran tentang hidup di ketiga tempat itu. Ada makna persahabatan dan kekeluargaan juga yang disampaikan dari film ini. Seperti tulisan Liz di email yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya : ‘ketika kau berusaha mencari dirimu ke seluruh penjuru dunia dan kau menemukan orang-orang baru…itulah keluarga barumu’ (luvly!!!)
And finally, sebagai bonus dari ketiga fakta itu, alasan lain bagusnya film ini adalah:
saat mengikuti petualangan Liz, saya seperti diajak traveling ke tempat-tempat cantik dan terkenal di dunia sambil disuguhi aneka ragam budayanya. Itali dengan makanan, bahasa dan arsitektur indahnya; India dengan tradisi dan agama yang kental; serta Bali dengan its luvly Nature ofcos… (Isn’t it great??)
Nah, lengkaplah sudah film ini sehingga saya memberi nilai 9 untuknya. Tapi ga tau juga ya, kalo yang memerankan Liz bukan JR, would it be the same? hehe..
I think, itu juga faktor yang menjadikan film ini bagus…casting nya pass mantappp!!
So, what else? Sisi mana dari film ini yang bisa membuat anda BORED saat menontonnya?
Ayo, beri tau saya kalau anda punya jawabannya! (hehe..peace!!)